Showing posts with label Artikel Terbaru - Pupuk Organik. Show all posts

Program Praktis Pemupukan Cabai

0 comments



Keberhasilan tanaman cabai tidak bisa lepas dengan kegiatan yang namanya pemupukan , ketepatan dosis dan waktu pemberian pupuk yang baik juga tidak kalah penting bagi tumbuh kembangnya tanaman cabai. tahapan – tahapan dalam memberikan pupuk sebagai berikut

  1. pupuk dasar  [sebelum tutup mulsa ]

  2. pengocoran pupuk yang tepat

  3. pupuk daun


  • >> membicarakan poin pertama yaitu pupuk dasar ,pertanyaannya adalah pupuk dasar yang baik adalah pupuk jenis apa ???  jawab saya sih sederhana sekali, yaitu berikan saja pupuk makro dan mikro.
misalkan pupuk makronya adalah NPK [16 – 16 -16 ] dan dolomit dengan dosis pertanaman 10 gram jadi kalikan saja berapa tanaman yang anda tanam ,untuk pupuk mikronya gunakanlah pupuk organik supernasa granul dosisnya 50 kg perhektar dimana 50 kg ini sudah setara dengan pupuk kandang 50 ton dalam hal unsur hara mikro yang ada dalam kandungan pupuk kompos. setelah ditaburkan secara merata atau bisa dilarutkan dengan air kemudian siramkan kebedengan baru ditutup mulsa.
  • >> pengocoran adalah pupuk organik dan pupuk makro dicairkan dalam jumlah tertentu, yang saya anjurkan untuk anda adalah minggu pertama hingga minggu ke 4 dengan dosis NPK 2kg + super nasa 50 gram + 100 gram Natural Glio perdrum dan kocorkan perpohon 1/2 liter.
  • pengocoran minggu 5 – 8 setelah tanam dosisnya dinaikan 4 kg NPK dan super nasa 100 gram + 100 gram Natural Glio perpohon 1 liter
  • minggu ke 9 – 18 setelah tanam pengocoran dengan dosis 6 kg NPK dan 100 gram super nasa + 100 gran power nutrition + 100 gram natural glio perpohon 1 liter
pupuk daun adalah pupuk yang berbentuk ion sehingga mudah diserap oleh tanaman ,kapan waktu yang tepat untuk memberikan pupuk daun ini ?
  1. 3,4,5 minggu setelah tanam berikan poc nasa 40 cc + 10 cc Hormonik + 0,5 cc perekat ,pembasah dan perata aero A810 pertangki semprot 14 – 17 liter.
  2. 6,7,8 minggu setelah tanam poc nasa 40 cc + 10 cc Hormonik + 10 gram Corrin per tangki semprot
  3. 8-18 minggu setelah tanam 60 cc Poc nasa + 20 CCHormonik + 20 gram Corrin pertangki semprot
Catatan pemberian pupuk daun diberikan pada waktu pagi hari,sebab pada saat pagi mulut daun atau stomata sedang membuka. jadi pada saat membuka mulut daun masuklah nutrisi yang sudah berbentuk ion bisa diserap dan dialirkan keseluruh tubuh tanaman.



Read More »

Produk NASA untuk Pertanian

0 comments
Produk NASA untuk Pertanian
Harga
StokTersedia
Deskripsi Produk
Produk NASA untuk Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan dari PT Natural Nusantara merupakan produk-produk organik karya anak bangsa berupa pupuk organik, pupuk hayati, pestisida nabati atau pestisida alami, pestisida hayati atau agens hayati dan produk perekat, perata dan pembasah untuk mendukung efektifitas proses penyemprotan baik pupuk maupun insektisida.

Produk NASA untuk Pertanian

Produk NASA di bidang pertanian terbagi menjadi tiga kategori sebagai berikut:

PUPUK ORGANIK, HAYATI DAN HORMON

  • Pupuk Organik Cair NASA (POC NASA)
    Pupuk untuk meningkatkan kualitas tanaman dengan kandungan unsur hara lengkap
  • Pupuk Organik Padat SUPERNASA
    Pupuk pembenah tanah yang dapat menyuburkan kembali tanah kritis sehingga menjadi lingkungan yang sangat baik untuk tanaman
  • Pupuk Organik Serbuk GREENSTAR
    Pupuk pertumbuhan tanaman lengkap beserta hormon tumbuhan berbentuk serbuk
  • Pupuk Organik Granul SUPERNASA
    Pupuk pembenah tanah berbentuk granul untuk pengolahan lahan
  • Pupuk Khusus Pembuahan POWER NUTRITION
    Pupuk yang diformulasikan khusus untuk merangsang pembuahan untuk hasil buah yang berkualitas
  • HORMONIK Hormon Organik
    Hormon pertumbuhan tanaman lengkap dengan kandungan auksin, giberelin dan sitokinin
  • TANGGUH Pupuk Hayati dan Dekomposer
    Pupuk hayati berbasis bakteri untuk mempercepat proses pengomposan bahan organik

PENGENDALI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN

  • PESTONA Pestisida Organik
    Pengendali hama tanaman alami yang efektif mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman pangan, palawija dan hortikultura
  • PENTANA Pestisida Alami
    Salah satu alternatif pengendalian hama yang efektif, efisien dan ramah lingkungan
  • Agens Hayati Natural GLIO
    Pestisida biologi berbentuk tepung yang dapat disuspensikan dalam air untuk mengendalikan penyakit layu Fusarium sp. pada tanaman
  • Agens Hayati Natural BVR
    Pestisida biologi berbentuk tepung yang dapat disuspensikan dalam air untuk mengendalikan hama pada tanaman
  • Agens Hayati CORRIN
    Pestisida biologi berbasis bakteri antagonis yang sangat efektif mengendalikan penyakit-penyakit utama pada tanaman padi
  • Natural Metilat Lem
    Perangkap Lalat Buah yang efektif dalam mengendalikan hama lalat pada tanaman buah dan hama terbang lainnya pada tanaman pangan, palawija dan hortikultura.

PRODUK PENDUKUNG PERTANINA

  • AERO 810
    Produk Perekat Perata Pembasah, merupakan bahan pencampur pestisida atau pupuk cair agar penyemprotan lebih merata, menempel lebih kuat dan meresap lebih cepat
Bagi anda yang berminat dan ingin mengetahui berapa harga produk NASA yang anda inginkan, silahkan kunjungi halaman Produk Pertanian NASA atau bisa lihat di Katalog Produk NASA.
Produk NASA untuk pertanian di atas sudah melalui berbagai uji sebelum dikeluarkan ke pasar, jadi secara kualitas sudah terjamin karena selalu mengacu pada aspek Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian.

cara mendapatkan produk NASA

  1. Hubungi kontak kami sms|call|watshap|Telegram : 0857 7631 2393 , mengenai info produk yang akan diorder dan alamat jelas beserta kode pos
  2. Setelah kami terima kami akan memberikan rincian harga dan ongkir (ongkos kirim)jika memang di perlukan.
Gambar Produk Lainnya :


Read More »

Produk Nasa untuk Tanaman Kol

0 comments


Produk Nasa untuk Tanaman Kol

Harga Rp. 105.000
StokTersedia
Deskripsi Produk
Pupuk NASA yang digunakan :
POP Supernasa dan Greenstar

Berikut ini cara pemberian produk NASA pada tanaman kol yang dilakukan :
  1. Pupuk Organik Padat SUPERNASA dilarutkan dalam drum berisi 200 Liter air ditambah 2 Sachet GREENSTAR dan pupuk Ponska sebanyak 5 Kg. Ambil kurang lebih 250 cc dari larutan tersebut untuk tiap-tiap tanaman
  2. Penyemprotan menggunakan pupuk organik serbuk GREENSTAR setiap14 hari sekali. Jadi cukup 3 kali penyemprotan GREENSTAR dari awal tanam sampai panen.
  3. Pada umur 28 hari, diberi pupuk UREA sebanyak 1 genggam untuk tiap pohon.
Dengan perlakuan tersebut, hasil yang didapat sungguh luar biasa. Kol jadi lebih cepat panen, dan satu pohon minimal mempunyai berat 3 kg.
Itulah salah satu kesaksian penggunaan produk pupuk organik Nasa SUPERNASA dan GREENSTAR untuk tanaman Kol yang hasilnya meningkat dari biasanya.
Gambar Produk Lainnya :
Produk Nasa untuk Tanaman Kol



Read More »

Teknologi PIKAT NASA Tanaman Karet

0 comments

Teknologi PIKAT NASA Tanaman Karet


Harga Rp. 325.000
StokTersedia
Deskripsi Produk
Pupuk Yang Digunakan :
POC NASA, Supernasa Granule, Hormonik, Glio

Dalam upaya peningkatan produksi karet, Intensifikasi merupakan salah satu solusi yang wajib digunakan mengiringi metode Ekstensifikasi karena membutuhkan luas lahan serta tenaga kerja yang lebih besar. PT Natural Nusantara menghadirkan Teknologi PIKAT NASA Karet untuk memberikan solusi praktis dalam proses intensifikasi produksi pada tanaman karet.
Teknologi PIKAT NASA (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu NASA) dari PT Natural Nusantara ini mampu memenuhi semua kebutuhan tanaman dan tanah secara lengkap berupa unsur hara makro dan mikro, hormon pertumbuhan, enzim, asam-asam organik dan beberapa jenis mikroorganisme berguna bagi tanaman.
Teknologi PIKAT NASA Karet dapat membantu pembudidayaan tanaman karet secara organik untuk mendapatkan produksi yang stabil sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Teknologi PIKAT NASA telah teruji secara:
  • Multi Komoditi
    Sudah digunakan pada banyak jenis tanaman yang dibudidayakan termasuk tanaman karet
  • Multi Lokasi
    Sudah diaplikasikan pada berbagai kondisi lahan di Indonesia
  • Multi Waktu
    Sudah digunakan sejak tahun 1996

Manfaat Teknologi PIKAT NASA pada Tanaman Karet

  • Mempercepat pertumbuhan tanaman karet
  • Meningkatkan hasil panen getah karet
    – jumlah panen getah lebih tinggi
    – waktu panen getah lebih awal, masa panen puncak lebih lama
    – usia produksi karet lebih lama
  • Melunakkan kulit batang sehingga mudah disadap
  • Mempercepat pemulihan kulit batang setelah disadap
  • Meningkatkan kualitas hasil karet
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit
  • Memperbaiki tanah yang rusak / mengembalikan kesuburan tanah
  • Mengurangi penggunaan pupuk kimia
  • Menguntungkan secara ekonomi. Bisa dipilih sesuai kondisi keuangan
    Alternatif A, B atau C
Biaya produksi dengan prinsip PIKAT NASA dibandingkan sebelumnya:
A. Lebih Rendah⇒ Hasil Panen Sama dengan Sebelumnya
B. Sama⇒ Hasil Panen Lebih Tinggi dengan Sebelumnya
C. Lebih Tinggi⇒ Hasil Panen Naik Optimal
Sebagai contoh: setiap aplikasi pupuk NPK dengan biaya 2 juta per hektar, maka:
Alternatif A:Biaya pupuk NPK 750.000 + Produk NASA 750.000⇒ Hasil Panen = sebelumnya
Alternatif B:Biaya pupuk NPK 1 juta + Produk NASA 1 Juta⇒ Hasil panen naik 40-70 %
Alternatif C:Biaya pupuk NPK 1,5 juta + Produk NASA 1 juta⇒ Hasil panen naik 75-300 %

Cara Penggunaan Produk NASA pada Tanaman Karet

1. PEMBIBITAN

  • Penyemprotan bibit: 2-3 tutup botol POC NASA /tangki / 1-2 minggu, atau
  • Penyiraman: 3 tutup POC NASA /10 liter air, kemudian disiramkan 1 gelas Aqua untuk setiap bibit 1-2 minggu sekali

2. TANAMAN BELUM PRODUKSI

  • Pilihan Utama
    1. 250 gram SUPERNASA + 200 liter air jadi larutan induk, kemudian ambil ±10 cc dari larutan induk diencerkan dengan 1 liter air untuk menyiram per pohon; atau
    2. 1 (satu) sendok makan SUPERNASA + 10 liter air disiramkan untuk 5 pohon, Aplikasikan 2-3 bulan sekali
  • Pilihan Standar
    1 tutup botol POC NASA (±12,5 cc) + 1 liter air disiramkan ke setiap pohon dan lakukan 4-6 bulan sekali

3. TANAMAN SUDAH PRODUKSI

  • Pilihan Utama = 3-6 kg SUPERNASA / hektar / 4-6 bulan
  • Pilihan Standar = 1-2 kg SUPERNASA + 2-5 liter POC NASA / hektar / 4-6 bulan
  • Pilihan Minimal = 5-10 liter POC NASA / hektar / 4-6 bulan
Keterangan
  • Penggunaan SUPERNASA dapat dilakukan dengan dicampur bersama pupuk NPK atau tanah, pasir, abu untuk memudahkan pemberian ke lahan. Dapat juga dengan cara diencerkan terlebih dahulu untuk disiramkan, dengan cara larutkan 250 gram (1 botol SUPERNASA) dalam 200 liter air jadi larutan induk, kemudian ambil ±10 cc larutan induk dan encerkan dengan 1 liter air untuk menyiram setiap pohon
  • Dosis pupuk makro / NPK / Kimia dapat dikurangi 50% dari dosis kebiasaan setempat. Jika tidak dikurangi akan lebih baik
  • POC NASA dan HORMONIK bisa diganti dengan GREENSTAR Pupuk Organik Serbuk dengan dosis 0,5 sachet (10 gr) / tangki semprot atau 10-20 liter air
  • SUPERNASA dapat diganti dengan SUPERNASA GRANULE (Dosis 50 gr/hektar)
Untuk mengatasi serangan layu tanaman karet karena jamur dapat digunakan produk Pestisida biologi atau Agens Hayati GLIO.
Itulah tulisan singkat tentang panduan teknik budidaya tanaman karet dengan teknologi PIKAT NASA Tanaman Karet dari PT Natural Nusantara dengan harapan bisa membantu meningkatkan produksi getah karet dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Gambar Produk Lainnya :
Teknologi PIKAT NASA Tanaman Karet


Read More »

Teknik Budidaya Cabai Organik

0 comments


Teknik Budidaya Cabai Organik

Harga Rp. 230.000
StokTersedia
Deskripsi Produk
PUPUK YANG DIGUNAKNA :
Supernasa, POC NASA, Hormonik, Glio, Pestona

Cabai atau lebih enak diucapkan “cabe” bisa ditanam di dataran tinggi ataupun rendah dengan pH 5-6. Bertanam cabai dihadapkan dengan beraneka permasalahan (resiko), beberapa diantaranya adalah teknik dan cara budidaya cabai, kekurangan unsur, serta serangan hama dan penyakit. PT. Natural Nusantara ( NASA ) berupaya menolong penyelesaian permasalahan tersebut, supaya bisa terjadi peningkatan produksi cabai dengan berpedoman pada kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ), sehingga para petani bisa berkompetisi di era globalisasi atau pasar bebas.
A. Fase Pra Tanam Pada Budidaya Cabai
1. Pengolahan Lahan
  • Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton/ 1000 m2
  • Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)
  • Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 m2
  • Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm
  • Siramkan SUPERNASA (1 btl) / POC NASA(1-2 btl)
  • SUPERNASA 1 btl dilarutkan dalam 3 liter air (jadi larutan induk). Setiap 50 lt air tambahkan 200 cc larutan induk.
  • Atau 1 gembor ( + 10 liter ) diberi 1 sendok makan peres SUPERNASA dan siramkan ke bedengan + 5-10 m.
  • POC NASA : 1 gembor ( + 10 liter ) diberi 2-4 tutup NASA dan siramkan ke bedengan sepanjang + 5 – 10 meter.
  • Campurkan GLIO 100 – 200 gr ( 1 – 2 bungkus ) dengan 50 – 100 kg pupuk kandang, biarkan 1 minggu dan sebarkan ke bedengan.
  • Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam 60 cm x 70 cm pola zig zag ( biarkan + 1 – 2 minggu ).
2. Benih Cabai
  • Kebutuhan per 1000 m2 1 – 1,25 sachet Natural CK -10 atau CK-11 dan Natural CS-20, CB-30
  • Biji direndam dengan POC NASA dosis 0,5 – 1 tutup / liter air hangat kemudian diperam semalam.
B. Fase Persemaian Budidaya Cabai ( 0-30 HARI)
1. Persiapan Persemaian
  • Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
  • Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan GLIO 100 gr dalam 25-50 kg pupuk kandang dan didiamkan selama + 1 minggu. Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau contong daun pisang.
2. Penyemaian
  • Biji cabai diletakkan satu per satu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah + pupuk kandang matang yang telah disaring
  • Semprot POC NASA dosis 1-2 ttp/tangki umur 10, 17 HSS
  • Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban
3. Pengamatan Hama & Penyakit
a. Penyakit
  • Rebah semai (dumping off), gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk , disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp. Cara pengendalian: tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan (± 10 gr) per 10 liter air.
  • Embun bulu, ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica. Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.
  • Kelompok Virus, gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi; bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA.
b. H a m a
  • Kutu Daun Persik (Aphid sp.), Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan BVR atau PESTONA.
  • Hama Thrip parvispinus, gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.
  • Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus). Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip
C. Fase Tanam Pada Budidaya Cabai
1. Pemilihan Bibit
  • Pilih bibit seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus
  • Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21 – 30 hari)
2. Cara Tanam
  • Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik ditunda.
  • Plastik polibag dilepas
  • Setelah penanaman selesai, tanaman langsung disiram /disemprot POC NASA 3-4 tutup/ tangki.
3. Pengamatan Hama
  • Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon ), aktif malam hari untuk kopulasi, makan dan bertelur. Ulat makan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Siang hari sembunyi dalam tanah disekitar tanaman terserang. Setiap ulat yang ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh, serangan berat semprot dengan PESTONA 
  • Ulat Grayak ( Spodoptera litura & S. exigua ),
  • Ciri ulat yang baru menetas / masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit). Gejala serangan, larva memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan parah, daun cabai gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja. Telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput di sekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan  atau PESTONA.
  • Bekicot/siput. Memakan tanaman, terutama menyerang malam hari. Dicari di sekitar pertanaman ( kadang di bawah mulsa) dan buang ke luar areal.
D. Fase Pengelolaan Tanaman Cabai (7-70 HST)
  1. Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.
  2. Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCl : NASA = (250 : 250 : 250) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil) larutan. Diberikan umur 1 – 4 minggu dosis 250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA = (500 : 250 : 250) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang.
  3. Penyemprotan POC NASA ke tanaman dengan dosis 3-5 tutup / tangki pada umur 10, 20, kemudian pada umur 30, 40 dan 50 HST POC NASA + Hormonik dosis 1-2 tutup/tangki.
  4. Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama / produksi mulai umur 15 – 30 hr.
  5. Pengamatan Hama dan Penyakit
  • Spodoptera litura/ Ulat grayak Lihat depan.
  • Kutu – kutuan ( Aphis, Thrips, Tungau ), lihat fase persemaian.
  • Penyakit Layu, disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, sebarkan GLIO
  • Penyakit Bercak Daun, Cercospora capsici. Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengamatan pada daun tua.
  • Lalat Buah (Dacus dorsalis), Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah / ha
  • Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides), gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat sebari dengan GLIO di bawah tanaman.
Kebutuhan total pupuk makro 1000 m2
JENIS PUPUK1 – 4 MINGGU (KG)5 – 12MINGGU (KG)
UREA756
SP-36728
KCL728
Catatan :
– Umur 1 – 4 mg 4 kali aplikasi (± 7 tong/ aplikasi)
– Umur 5-12 mg 8 kali aplikasi (± 14 tong/aplikasi)
E. Fase Panen dan Pasca Panen
1. Pemanenan
  • Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
  • Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya
  • Setelah pemetikan ke-3 disemprot dengan POC NASA + Hormonik dan dipupuk dengan perbandingan seperti diatas, dosis 500 cc/ph
2. Cara panen :
  • Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
  • Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
  • Penyortiran dilakukan sejak di lahan
  • Simpan ditempat yang teduh
3. Pengamatan Hama & Penyakit
  • Kumpulkan dan musnahkan buah yang busuk / rusak
Itulah beberapa pedoman khusus dalam teknik dan cara budidaya cabai untuk mendapatkan hasil yang maksimal tanpa mengorbankan lingkungan.
Gambar Produk Lainnya :
Teknik Budidaya Cabai Organik


Read More »

Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit

0 comments
pupuk sawit
Harga Rp. 445.000
StokTersedia
Deskripsi Produk
Pupuk yang digunakan :
POC NASA,  HORMONIK, Power Nutrition, Greenstar, Supernasa Granule, Glio

Deskripsi
Dalam usaha meningkatkan produksi kelapa sawit, Ekstensifikasi merupakan salah satu metode yang sering digunakan, akan tetapi dalam prosesnya memerlukan lahan yang lebih luas serta lebih banyak memerlukan tenaga kerja. Dari kendala yang ditemui dalam ekstensifikasi tersebut, maka metode Intensifikasi menjadi salah satu hal wajib dalam peningkatan produksi sawit.
Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit hadir untuk memenuhi solusi dalam proses intensifikasi produksi pada kelapa sawit. Teknologi PIKAT NASA (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu NASA) dari PT Natural Nusantara ini mampu memenuhi semua kebutuhan tanah dan tanaman secara terpadu (lengkap) yaitu unsur hara makro dan mikro, hormon dan enzim pertumbuhan, asam-asam organik serta beberapa jenis mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.
Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit dapat membantu pembudidayaan kelapa sawit secara organik untuk memperoleh kestabilan produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Teknologi PIKAT NASA telah teruji secara:
  • Multi Komoditi
    Telah digunakan pada semua jenis tanaman budidaya (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan), termasuk kelapa sawit
  • Multi Lokasi
    Telah digunakan di berbagai kondisi lahan (dataran rendah – dataran tinggi, lahan basah – lahan kering, lahan normal – lahan kritis) dan di berbagai wilayah (berbagai jenis tanah) di Indonesia
  • Multi Waktu
    telah digunakan sejak tahun 1996

Manfaat Teknologi PIKAT NASA pada Kelapa Sawit

  • Mempercepat pertumbuhan kelapa sawit
  • Meningkatkan hasil panen kelapa sawit
    – bobot / berat panen lebih tinggi
    – waktu panen lebih awal, masa panen puncak lebih lama
    – usia produksi lebih lama
  • Meningkatkan kualitas hasil panen
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit
  • Memperbaiki tanah yang rusak / mengembalikan kesuburan tanah
  • Mengurangi penggunaan pupuk kimia
  • Menguntungkan secara ekonomi. Bisa dipilih sesuai kondisi keuangan
    Alternatif A, B atau C
Biaya produksi dengan prinsip PIKAT NASA dibandingkan sebelumnya:
A. Lebih Rendah⇒ Hasil Panen Sama dengan Sebelumnya
B. Sama⇒ Hasil Panen Lebih Tinggi dengan Sebelumnya
C. Lebih Tinggi⇒ Hasil Panen Naik Optimal
Sebagai contoh: setiap aplikasi pupuk NPK dengan biaya 2 juta per hektar, maka:
Alternatif A:Biaya pupuk NPK 750.000 + Produk NASA 750.000⇒ Hasil Panen = sebelumnya
Alternatif B:Biaya pupuk NPK 1 juta + Produk NASA 1 Juta⇒ Hasil panen naik 30-50 %
Alternatif C:Biaya pupuk NPK 1,5 juta + Produk NASA 1 juta⇒ Hasil panen naik 70-200 %

Cara Penggunaan Produk NASA pada Kelapa Sawit

1. PEMBIBITAN

  • Penyemprotan bibit: 3 tutup botol POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 2 minggu, atau
  • Penyiraman: 3 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /10 liter air, kemudian disiramkan 1 gelas Aqua untuk setiap polibag 2 minggu sekali

2. TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM)

  1. Umur 0-1 tahun
    • 0,5 kg SUPERNASA untuk 25 batang tanaman setiap 6 bulan sekali
    • Semprot 3-5 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 1-2 bulan sekali
  2. Umur 1-2 tahun
    • 1 kg SUPERNASA untuk 25 batang tanaman setiap 6 bulan sekali
    • Semprot 3-5 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 1-2 bulan sekali
  3. Umur 2-3 tahun
    • 3-6 kg SUPERNASA untuk 1 hektar / 6 bulan

3. TANAMAN MENGHASILKAN (TM)

  1. Pilihan Utama = 3-6 kg POWER NUTRITION / hektar / 6 bulan sekali
  2. Pilihan Standar = 1,5-3 kg POWER NUTRITION + 1,5-3 kg SUPERNASA / hektar / 6 bulan
  3. Pilihan Minimal = 3-6 kg SUPERNASA / hektar / 6 bulan
Keterangan
  • Penggunaan POWER NUTRITION dan SUPERNASA GRANULE (Dosis 50 gr/hektar) dapat dilakukan dengan dicampur bersama pupuk NPK atau tanah, pasir, abu untuk memudahkan aplikasi ke lahan. Dapat juga dengan cara diencerkan terlebih dahulu untuk disiramkan, dengan cara larutkan 200 – 400 gram (20 – 40 sendok makan) dalam 10 – 20 liter air, kemudian siramkan 1-2 liter larutan pupuk per 1 pohon
  • Dosis pupuk makro / NPK / Kimia dapat dikurangi 25-50 % dari dosis kebiasaan setempat. Jika tidak dikurangi akan lebih baik
  • POC NASA dan HORMONIK dapat diganti dengan Pupuk Organik Serbuk GREENSTAR dengan dosis 0,5 sachet (10 gr)/tangki semprot 10-20 liter
Untuk mengatasi serangan layu tanaman sawit karena jamur dapat digunakan produk Agens Hayati atau Pestisida alami Natural GLIO.
Itulah penjabaran singkat tentang panduan teknik budidaya dengan teknologi PIKAT NASA pada Kelapa Sawit dari PT Natural Nusantara dengan harapan bisa membantu meningkatkan produksi kelapa sawit.
Gambar Produk Lainnya :
pupuk organik


Read More »